Categories
Travel

Sailing Komodo #1 : Itinerary dan Budget

Traveling ke Indonesia bagian timur merupakan salah satu impian saya sejak lama. Tidak diragukan lagi bahwa Indonesia Timur menyimpan kekayaan alam yang luar biasa indahnya sehingga menjadi salah satu destinasi wisata populer di Indonesia.

Di akhir Oktober 2018, seminggu sebelum last day saya bekerja di suatu perusahaan start up e-commerceorange‘, tiba-tiba hasrat menjelajah ke Indonesia Timur muncul kembali. Seakan ingin menumpahkan semua beban kehidupan sebagai pekerja kantoran dan menikmati masa-masa sebagai pengangguran, dengan ‘gercep’nya saya memutuskan ikut open trip Sailing Komodo dari Lombok ke Labuhan Bajo selama 4 hari 3 malam. Tepat di hari terakhir saya bekerja, esok subuhnya saya langsung terbang ke Lombok dengan first flight untuk memulai semua penjelajahan itu.

Trip Sailing Komodo merupakan trip dengan kapal menuju Labuhan Bajo dengan pemberhentian di beberapa tempat tempat wisata. Umumnya trip ini terbagi menjadi 2 starting point yaitu dari Lombok dan dari Labuhan Bajo. Kebanyakan wisatawan lebih memilih starting point dari Labuhan Bajo kembali ke Labuhan Bajo lagi karena biasanya durasi trip lebih singkat. Selain itu, karena tidak memakan waktu lama perjalanan di atas kapal, biasanya obyek wisata yang dikunjungi lebih banyak. Sementara trip dari Lombok lebih banyak diminati para wisatawan yang ingin merasakan bagaimana kehidupan di atas kapal di tengah lautan selama perjalanan berhari-hari menantang derasnya ombak dari Lombok ke Labuhan Bajo.

Harga open trip Sailing Komodo biasanya disesuaikan dengan beberapa hal seperti durasi trip, kapal yang digunakan, dan fasilitas-fasilitas yang didapatkan selama di perjalanan. Biaya tersebut sudah termasuk makan dan snack di kapal, kopi, teh, air minum botol, peralatan tidur, peralatan snorkling, dan tiket masuk ke obyek-obyek wisata. Paket Trip yang saya ambil ini termasuk yang low budget namun fasilitasnya lumayan memuaskan. Kapal yang digunakan bukan kapal ber AC dan semua peserta trip tidur di deck kapal yang sudah disediakan bantal dan selimut. Secara keseluruhan walaupun low budget tapi cukup nyaman untuk 4 hari tinggal di atas kapal.

Kapal yang saya gunakan sedang parkir di Pulau Moyo

Total saya menghabiskan waktu travelling dari Lombok ke Labuhan Bajo selama 8 hari dimana 4 hari saya habiskan untuk tinggal di kapal yang setiap malamnya seperti tidur di atas ayunan besar.

Berikut adalah itinerary dan budget yang saya keluarkan selama mengikuti trip tersebut.

Day 1

Berangkat dari Soekarno Hatta Int. Airport menuju Lombok Int. Airport dengan first flight. Sampai di Lombok istirahat di hotel dan menikmati sore di pantai Senggigi. Tiket flight Jakarta ke Lombok : IDR 1,300,000 Tiket bus Damri dari Lombok Int. Airport ke hotel di Senggigi : IDR 35.000 Hotel area Senggigi 2D1N : IDR 286,000 Makan siang dan malam : IDR 130,000

Day 2

Pagi hari dijemput oleh agen tour untuk diantar ke Pelabuhan Bangsal Lombok dan persiapan untuk sailing komodo selama 4 hari dari Lombok ke Labuhan Bajo. Hari pertama memulai sailing komodo saya lewatkan dengan menikmati suasana di atas kapal dan bermalam bersama dengan traveller lain yang kesemuanya bule terkecuali saya dan kru kapal. Budget open trip sailing komodo non AC 4D3N : IDR 1,750,000

Day 3

Mengunjungi Pulau Moyo dan trekking ke air terjun. Perjalanan masuk ke Pulau Moyo melewati hutan-hutan kecil dan yang paling harus berhati-hati yaitu saat naik ke atas menuju air terjun kedua melewati batu-batuan di sisi air terjun pertama yang sangat licin.

Day 4

Menikmati penjelajahan eksotis di Taman Nasional Komodo serta menikmati keindahan Pink Beach dan snorkling di Manta Point. Ini pertama kalinya saya bertemu ’embahnya’ Kadal alias Komodo. Selain itu yang paling mengesankan lagi adalah keindahan Pink Beach. Ini pantai terindah yang pernah saya lihat selama hidup saya.

Day 5

Mengunjungi Pulau Kelor dan trekking ke atas bukit dengan pemandangan yang luar biasa memikat. Saya lupa nama bukitnya, tapi dari atas bukit ini, yang tidak terlalu susah di daki, bisa melihat surga gugusan pulau indah yang dikelilingi perairan jernih. Setelah makan siang di kapal lalu kami mulai melanjutkan perjalanan menuju Labuhan Bajo.

Day 6

Tepar di Hotel di Labuhan Bajo setelah 4 hari 3 malam mengarungi lautan, tidur, makan, dan sekali mandi di Kapal. Budget menginap 2 malam di Hotel di area Kampung Ujung : IDR 340,000

Day 7

Menikmati kota kecil Labuhan Bajo, wisata kuliner ikan bakar dan seafood di Kampung Ujung, berbelanja souvenir dan oleh-oleh di pasar. Wisata kuliner selama 2 hari : IDR 300,000

Day 8

Bye Bye Labuhan Bajo. Melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta dari Komodo Airport dan transit di Juanda Airport, Surabaya. Tiket Flight Labuhan Bajo-Yogyakarta : 1,400,000

Jadi total 8 hari traveling saya dari Lombok ke Labuhan Bajo menghabiskan dana sekitar IDR 5,541,000 all in. Harga ini bisa jadi lebih murah jika tiket pesawat dan booking hotel dilakukan jauh-jauh hari. Namun demikian dengan budget 5 juta-an sudah sangat puas menikmati eksotisme alam Indonesia Timur dengan penjelajahan menantang mengarungi lautan dari Lombok ke Labuhan Bajo.

Categories
Life

Innovation: Life Goal Seorang Explorer

Perjalanan seorang explorer pada dasarnya tidak hanya tentang melihat banyak tempat di belahan dunia. Perjalanan itu bisa juga dimaknai sebagai sebuah proses berpikir, belajar, dan memahami setiap problematika kehidupan. Karena seorang explorer sejatinya merupakan inovator yang mampu melihat persoalan dari banyak sisi dan menemukan ide-ide kreatif untuk menciptakan value.

Innovation means making ideas real to create value.

Tim Kastelle

Menciptakan inovasi yang valuable membutuhkan proses panjang yang konsisten dilakukan. Beberapa hal berikut ini bisa dilakukan untuk membantu mengasah kemampuan berinovasi.

  • Investasi pada ilmu pengetahuan untuk memperluas wawasan. Salah satu hal sederhana yang terus rutin dilakukan yaitu dengan membaca buku, article, atau pun news. Wawasan yang luas akan semakin membuka mindset dan mendorong seseorang untuk bisa melihat suatu persoalan dari banyak sisi.
  • Mengasah empati dan peka terhadap kondisi lingkungan sekitar. Rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar yang terus ditingkatkan akan semakin memudahkan untuk memahami setiap problematika yang terjadi yang dapat mendorong kreativitas menciptakan solusi.
  • Berani mencoba dan berekperimen. Suatu ide hanya akan sia-sia jika tidak di eksekusi. Dengan terus melakukan eksperimen atau testing terhadap ide atau solusi maka akan meningkatkan keberhasilan inovasi kita dalam menciptakan value untuk masyarakat dan lingkungan.