Categories
Life

3M untuk Mengawal Resolusi di Tahun Baru 2020

Setiap pergantian tahun kata ‘resolusi’ selalu menjadi kata yang favorit. Pastinya, di tahun yang baru akan selalu ada harapan atau impian yang ingin dicapai. Bisa jadi harapan itu melanjutkan dari tahun sebelumnya atau hal baru yang ingin dicapai.

Pada intinya, meskipun setiap orang memiliki resolusi yang berbeda-beda namun semua memiliki tujuan yang sama, yaitu mewujudkan resolusi tersebut menjadi kenyataan. Sebagai contoh, resolusi saya di 2020 ini cukup simpel. Pertama, menjaga fisik dan mental tetap sehat. Kedua, memperbanyak menulis dan membaca untuk pengembangan diri. Ketiga, mempelajari hal baru, biasanya ini menjadi resolusi wajib tahunan saya, di 2020 ini saya memilih belajar memainkan alat musik. Mungkin tampaknya resolusi tersebut sederhana, namun saya yakin mewujudkan resolusi yang sederhana sekalipun bukanlah perkara yang mudah.

Dalam mengawal resolusi untuk mewujudkannya menjadi kenyataan bisa dilakukan dengan cara 3M.

Memahami ‘WHY’

M pertama dan yang paling penting sebelum kita menjalankan proses mewujudkan resolusi tersebut adalah memahami ‘why’.

Why do I have to achieve them? Why are they important?

Sebelum memikirkan cara atau ‘how’ nya untuk mencapai tujuan kita, kita harus meyakini dan memastikan apa ‘purpose’ kita sesungguhnya. Hal ini menjadi dasar penting untuk membangun tekad yang kuat dalam diri kita untuk menjalani proses mencapai tujuan tersebut.

Menikmati Proses

M yang kedua adalah menikmati proses dalam mencapai resolusi tersebut. Setelah yakin dengan ‘purpose’ dibalik resolusi yang sudah di buat, selanjutnya adalah menjalankan proses mewujudkannya.

Sebagai contoh untuk untuk mewujudkan resolusi memiliki fisik yang sehat dengan berat badan ideal, setiap hari saya harus membatasi konsumsi nasi dan minuman manis satu kali sehari . Selain itu pagi hari dari jam 6-7 selama 3 kali seminggu rutin berolahraga.

Salah satu cara saya agar tetap enjoy menjalani aktivitas itu adalah dengan menceritakannya kepada sahabat atau keluarga. Menjadikannya perbincangan yang menarik dan bahkan bisa menjadi reminder untuk saya ketika di lain waktu mereka menanyakan lagi bagaimana saya menjalani aktivitas tersebut.

Menyiapkan ‘Environment’ yang Mendukung

M yang ketiga yaitu menyiapkan ‘environment’ yang mendukung tercapainya resolusi kita. Artinya, kita harus bisa membentuk lingkungan keseharian yang memudahkan kita mewujudkan tujuan tersebut.

Sebagai contoh, ketika saya sedang berusaha membatasi konsumsi minuman manis maka saya tidak akan menaruh gula, kopi sachet, atau coklat di tempat yang mudah terlihat dan terjangkau. Hal itu untuk menghindari naiknya hasrat sesaat mengkonsumsi minuman manis dan pada akhirnya saya gagal membendung keinginan tersebut. Sebaliknya ketika saya sedang berusaha meningkatkan intensitas menulis maka saya akan selalu membawa buku catatan menulis saya sesering mungkin. Buku itu harus menjadi barang yg sangat mudah saya temukan sehingga saya akan terdorong untuk menuliskan ide-ide di sana.