Berteman dengan Rasa Takut

Fear is not real. It is a product of thoughts you create. Danger is very real but fear is a choice

Will Smith

Sekitar Empat tahun lalu pertama kalinya saya melakukan solo traveling ke negara yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya, Vietnam. Dengan membawa tas ransel dan perlengkapan seadanya serta berbekal limited budget akhirnya saya pun membulatkan tekad berangkat seorang diri.

Sudah tentu rasa khawatir dan takut terus menghantui ketika membayangkan hal-hal buruk menimpa saya selama dalam perjalanan. Terlebih saya seorang diri, perempuan, dan di negeri asing tanpa sanak saudara di sana.

Kenapa sih repot-repot solo traveling? Padahal liburan bareng teman atau keluarga lebih menyenangkan dan terasa lebih aman. Singkatnya, leaving my comfort zone and getting closer to myself adalah alasan utama saya terinspirasi melakukan solo traveling.

Rasa takut pada hal-hal yang belum terjadi akan selalu membayangi langkah kita dimanapun itu. Sayangnya, terkadang kita begitu mudahnya takhluk pada rasa takut yang ada dalam pikiran kita.

Dari perjalanan solo traveling ini saya belajar banyak hal, salah satu yang terpenting adalah tentang bagaimana me-manage rasa takut. So, inilah beberapa hal yang saya lakukan.

Recognize and accept the feeling

Denial would not be the best cure for whatever feelings come out from your mind.

Memahami dan menerima menjadi langkah awal paling efektif untuk menghadapi setiap perasaan yang muncul dari diri sendiri. Tak jarang kita lebih memilih untuk mengabaikan atau berusaha lari sejauh mungkin hingga akhirnya malah menjadi beban karena tak pernah terselesaikan. Self-awareness atau kesadaran diri memiliki peran penting dalam hal ini.

Become one with the feeling

You are more than just your fear, you don’t need to be afraid.

Membenci perasaan takut hanya akan menghabiskan energi positif yang ada. Mempertemukan rasa takut dengan kekuatan positif dari dalam diri seperti halnya mempertemukan api dengan air. Percaya pada kemampuan diri sendiri untuk menghadapi setiap permasalahan akan mentrigger kekuatan positif untuk melawan semua pikiran negatif tersebut.

Calm the feeling

Breathing in I calm my fear and breathing out I smile.

Bayangkan sebagai seorang ibu yang sedang menenangkan anak bayinya yang menangis. Jika si ibu saja tak bisa menenangkan dirinya maka akan ia pun akan kesulitan menenangkan bayinya. Sama halnya dengan rasa takut, jika kita tak bisa menenangkan diri sendiri maka menjinakkan perasaan takut pun akan lebih sulit. Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu dengan mengatur pernafasan yang bisa menenangkan hati dan pikiran.

Look it deeply

Dalam kondisi hati dan pikiran yang tenang maka kita akan menjadi lebih mudah untuk melihat penyebab utama dari rasa takut itu. Sehingga akan menjadi lebih mudah dan terarah untuk mencari jalan keluar mengatasinya. Ibarat kata, kita tidak pernah bisa melihat dengan jelas di air yang keruh, maka jernihkanlah supaya bisa melihat dengan jelas.

Sejatinya rasa takut bukanlah hal yang harus dihindari, karena dibalik rasa takut itu tersimpan banyak pelajaran berharga. Ketika kita berada di zona nyaman maka kita tidak akan pernah bisa tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, the better version dari diri kita sendiri.

You gain strength, courage and confidence by every experience in which you really stop to look fear in the face. You must do the thing you think you can not do.

Eleanor Roosevelt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s